Akibat Menahan Kentut

Akibat Menahan Kentut
http://www.tempatsehat.com/2019/08/akibat-menahan-kentut.html
Akibat Menahan Kentut - sumber gambar (www.cnnindonesia.com)
Kentut atau buang angin merupakan gas yang keluar melalui anus atau dubur yang di akibatkan akumulasi gas di dalam perut. Buang angin atau kentut merupakan proses alami yang bisa terjadi karena adanya penumpukkan gas. Gas tersebut berasal dari dari udara yang kita hirup (oksigen), reaksi dari proses kimia dalam usus dan dari bakteri yang ada dalam usus. Pada saat udara tersebut masuk ke dalam usus besar maka yang tersisa adalah nitrogen.


Menahan kentut akan membentuk tekanan pada perut dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut. Kalau terlalu lama ditahan justru akan membuat perut jadi sakit.

Peniliti menyebutkan, kebiasaan menahan kentut terlalu sering bisa menimbulkan penyakit yang bernama divertikulitis. Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang menyerang divertikula, kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan terutama pada usus.

Jika sudah terjangkit penyakit tersebut, beberapa gejala lain akan muncul diantaranya nyeri pada perut, sembelit, mual dan bahkan buang air besar berdarah.

Bagaimana bisa terjadi kentut?
Ketika tubuh mencoba untuk membuang penumpukkan gas, maka tubuh akan mengeluarkannya dengan dua cara. Pertama, gas akan keluar melalui sendawa dan kedua, gas akan keluar melalui anus atau dubur yang disebut kentut.

Sendawa berasal dari kebanyakan menelan udara. Menelan udara berlebih memang tidak bisa di hindari lagi, karea kita membutuhkan udara (oksigen). Tetapi ada juga makanan atau minuman yang dapat menyebabkan gas yang berlebihan, makanan atau minuma tersebut harus difermentasi sehingga menimbulkan asam dan gas.

Gas yang terlalu berlebih terjadi ketika terperangkap di dalam usus, dan menyebabkan perut kembung. Keluarnya gas pada perut dikaitkan dengan jumlah gas pada usus dan tergantung pada aktivitas motorik usus.

Berikut ini kenapa gas berlebih terperangkap dalam tubuh :

  • Menelan udara : proses ini diakibatkan karena perubahan otot yang mengontrol asupan udara. Makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan sempurna, sehingga makanan sulit untuk dicerna.
  • Akumulasi gas yang bau : kentut yang bau karena bakteri usus besar yang memproduksi gas selama fermentasi sisa makanan yang tidak diserap.
  • Perubahan bakteri : gas juga bergantung pada komposisi bakteri yang ada dalam sistem pencernaan. Dan setiap orang memiliki komposisi bakteri yang berbeda-beda.
  • Sembelit : kondisi ini terjadi karena perpanjangan proses fermentasi makanan dalam sistem pencernaan yang meningkatkan produksi gas dalam tubuh.



Sehat atau tidak?
Sembarangan buang angin besar atau kentut memang dianggap tidak sopan karena baunya bisa menganggu orang lain. Sedangkan ketika kentut tidak berbau tetapi bunyi dapat diketahui semua orang, dan bisa membuat malu. Namun menahannya dapat menyebabkan perut panas, kembung dan gangguan pada sistem pencernaan. Tekanan usus dapat menyebabkan gas terperangkap, serta meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Menahan kentut mungkin tidak berbahaya bagi beberapa orang, namun pasti akan merasa tidak enak dan tidak nyaman. Namun menurut lisa ganjhu, seorang dokter dari osteopati dan asisten dosen klinis kedokteran dan gastroenterologi di NYU Langone Medical New York City, yang dikutip oleh situs Women’s Health, segala sesuatu yang mempengaruhi aliran dibawah dapat juga mempengaruhi aliran diatasnya.

Aliran tersebut aadalah sistem pencernaan, ketika menahannya, penumpukkan udara pun akan bertambah disaluran pencernaan, sehingga bisa mendorong udara keatas yang dapat menyebabkan perut kembung dan perut merasa tidak nyaman.

Dan selain itu juga, menahan kentut tidak akan melukai secara langsung, namun usus akan menggelembung seperti balon karena disebabkan penyumbatan gas. Jika dinding usus memiliki kelemahan maka akhirnya akan meledak. Ketika itu terjadi, kantong-kantong pun terbentuk yang dikenal dengan sebutan divertikula. Parahnya kalau kantong tersebut terinfeksi, hal ini akan menyebabkan kondisi yang mengancam nyawa dan rasa nyeri.

Kasus ini mungkin jarang terjadi, namun jika terjadi dapat mengalami penyakit yang serius. Ada pendapat lain yang menyebutkan kasus dari divertikulitis sering ditemui pada usia lanjut dan sudah menjadi kasus umum.

Berbahayakah menahan kentut ?
Bagi beberapa yang sering menahan kentut akan merasakan ketidaknyamanan didalan perut, di antara lainnya adalah :

  • Perut kembung : ini merupakan gangguan yang membuat tidak nyaman, seperti begah dan bersendawa. Gangguan ini terjadi akibat menumpuknya gas pada saluran pencernaan seperti lambung dan usus.
  • Nafsu makan menurun : perut yang kembung akan merasa begah pada perut dan membuat tidak nyaman. Hal ini dapat menyebabkan hilang nafsu makan.
  • Keram pada perut : kelebihan gas pada usus dapat mengakibatkan gangguan keram pada perut. Sehingga merasakan sakit yang melilit pada daerah perut, maupun gejala lainnya.
  • Kentut makin bau : seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa kentut terdiri dari kumpulan gas seperti hidrogen sulfida, yang senyawanya menyebabkan kentut berbau. Apabila sering menahan kentut, maka akumulasi dari unsur belerang atau sulfur yang merupakan bagian dari senyawa hidrogen sulfida akan semakin menumpuk dan akan membuat kentut semakin berbau busuk ketika keluar.
  • Sembelit makin parah : penelitian menunjukkan bahwa menahan kentut yang harusnya keluar dapat mengakibatkan tekanan didalam usus besar yang nantinya bisa menyebabkan terjadinya divertikula (kantung-kantung kecil pada lapisan usus besar). Keadaan ini dapat memperparah gangguan sembelit yang pada awalnya menjadi penyebab kentut terjadi.


Apa yang harus dilakukan ketika ingin buang angin?
Yang asti jangan menahannya. Bisa pergi ke toilet dan ketempat yang sepi. Jika merasa tidak nyaman atau takut meganggu untuk mengeluarkannya dikeramaian. Untuk mengatasi kentut yang mungkin berlebihan, bisa mengonsumsi probiotik.

Makanan yang memiliki sumber probiotik dapat membantu menyelaraskan fungsi bakteri ditubuh. Contohnya seperti yogurt, kimchi atau juga bisa mencoba pil suplemen yang mengandung probiotik. Untuk cara lainnya adalah hindari makanan yang sulit untuk dicerna salah satunya seperti pemanis buatan.

Kamu juga bisa menambahkan rempah-rempah pada diet, rempatnya berupa jahe, kunyit, jinten, licorice (akar manis). Bahan0bahan ini dapat membantu masalah pencernaan. Jika tidak menyukai rempah, kamu bisa mengonsumsi teh. Dan lagi yang paling mudah yaitu dengan minum air. Ketika memakan serat, air dapat berfungsi untuk melunakkan sehingga melawan sisa-sisa yang keras untuk dicerna dalam sistem pencernaan.

Related Posts

Load comments

Comments