APAKAH DIABETES MELITUS ITU?

http://www.tempatsehat.com/2019/08/apakah-diabetes-melitus-itu-sumber.html
APAKAH DIABETES MELITUS ITU? - sumber gambar (www.tes.com)
APAKAH DIABETES MELITUS ITU?

Diabetes melitus adalah abnormalitas hormon insulin  yang dapat ditandai dengan tingginya nilai kadar gula (glukosa) darah. Diabetes melitus di sebut juga dengan penyakit kencing manis atau penyakit gula, pengidapnya disebut dengan diabetesi.

Timbulnya diabetes terkait erat dengan gangguan kerja hormon insulin, maka penjelasan tentang hormon insulin akan dibahas singkat sebagai berikut :

Mengenal hormon insulin lebih dekat

Tubuh manusia memerlukan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Tubuh mendapat energi dari bahan makanan yang mengandung unsur karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat diubah menjadi gula melalui proses pencernaan. Biasanya setelah makan maka akan terjadi peningkatan kadar gula dalam darah.

Ini akan merangsang sel beta pankreas untuk mengeluarkan hormon insulin. Hormon insulin berperan penting dalam pembentukkan energi dari glukosa dan mengatur kadar glukosa darah agar selalu dalam batas normal.

Jadi, pembentukkan energi dari glukosa memerlukan peran hormon insulin. Jika hormon insulin tidak ada, maka glukosa tidak akan dapat digunakan menjadi sumber energi. Akhirnya, kadar gula darah akan tinggi, dan apabila tubuh seseorang tidak memiliki hormon insulin atau kekurangan hormon insulin, maka kerja hormon insulin akan menjadi tidak normal. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan kadar gula menjadi tinggi dan pada akhirnya menjadi masalah diabetes.

Selain itu diabetes dapat terjadi akibat adanya kondisi defisiensi sel beta. Kondisi ini adalah kondisi saat sel beta pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin atau berkurangnya kemampuan sel beta pankreas untuk memproduksi hormon insulin.

Diabetes tidak terjadi secara tiba-tiba, ada kondisi sebelum terjadi diabetes yang disebut sebagai prediabetes. Sepertiga dari pengidap diabetes dapat diterapi hingga sembuh agar tidak berkelanjutan menjadi pengidap diabetes.

Akibat abnormalitas hormon insulin

Akibat adanya abnormalitas hormon insulin menimbulkan berbagai gejala diabetes yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Glukosa darah tidak dapat digunakan untuk menghasilkan energi sehingga menimbulkan keluhan lelah, lemas dan lesu.
  2. Penderita diabetes menjadi sering merasakan lapar karena keluhan lelah, lemas dan lesu.
  3. Apabila kadar gula darah sangat tinggi (melebihi dari 180mg/dL) maka gula akan lolos dari ambang ginjal sehingga air kencing pengidap diabetes lebih pekat karena mengandung gula.
  4. Untuk mengurangi kepekatan air kencing, tubuh penderita diabetes mengeluarkan lebih banyak air kencing, sehingga menimbulkan keluhan lebih banyak buang air kecil. Banyak kencing menyebabkan kadar cairan dalam tubuh berkurang, keadaan ini akan merangsang pusat rasa haus diotak. Maka tidak heran jika diabetes memiliki keluhan banyak minum dan banyak buang air kecil.
  5. Kadar gula darah yang tinggi secara kronik dapat merusak pembuluh darah dan saraf, akhirnya akan berlanjut menimbulkan kerusakan berbagai organ.
pengidap diabetes sangat dianjurkan untuk selalu mengendalikan kadar gula darah dalam batas normal.

Keluhan khas diabetes

Beberapa keluhan khas diabetes melitus antara lainnya adalah :

  1. Sering buan air kecil dalam jumlah yang sangat banyak, terutama pada saat malam hari sehingga pengidap diabetes sering terbangun karena ingin buang air kecil.
  2. Pengidap diabetes sering merasa haus dan ingin minum minuman yang segar, dingin dan manis.
  3. Pengidap diabetes sering merasa lapar, banyak makan, dan nafsu makan meningkat, tetapi bobot badan menurun.

Keluhan tidak khas diabetes

Keluhan tidak khas diabetes sangat banyak, antara lain sebagai berikut :
  • Sering mengantuk
  • Lemas dan tidak bertenaga
  • Sering gatal-gatal
  • Luka dan borok sulit disembuhkan (biasanya pada kaki)
  • Kesemutan pada anggota gerak
  • Pandangn mata menjadi kabur
  • Disfungsi seksual baik pada pria maupun wanita
  • Gatal disekitar vulva (bibir kemaluan) pada wanita

Skrining diabetes dapat mendeteksi adanya kondisi diabetes pada orang yang tidak memiliki keluhan diabetes.

Kaitan gejala tidak khas diabetes dengan komplikasi diabetes

Keluhan tidak khas diabetes bisa jadi merupakan suatu gejala komplikasi diabetes. Beberapa yang sering muncul seperti :

  1. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan kerusakan berbagai pembuluh darah, baik yang berukuran kecil maupun besar. Dalam isitilah medis disebut dengan angiopati.
  2. Kerusakn pembuluh darah dapat menimbulkan dampak berupa kerusakan sistem saraf atau sering disebut dengan neuropati.
  3. Kerusakan pembuluh darah dan saraf dapat berlanjut menjadi kerusakan organ, seperti kerusakan organ ginjal, jantung, otak, mata dan organ lainnya.
Komplikasi diabetes

Organ ginjal
Diabetes dapat menimbulkan komplikasi kerusakan pada organ ginjal, keadaan ini sering disebut dengan nefropati diabetes. Diabetes melitus merupakan salah satu penyebab terbanyak kejadian cuci darah (hemodialisis).

Organ jantung
Diabetes dapat merusak pembuluh darah koroner dan menimbulkan penyakit jantung koroner dengan gejala nyeri dada (angina pektoris). Nyeri dada pada penyakit jantung koroner dapat timbul karena aktivitas fisik atau adanya pencetus psikis.
Neuropati bisa menyebabkan gangguan saraf sensoris sehingga gejala nyeri dada akibat penyakit jantung koroner tidak begitu dirasakan, bahkan serangan jantung dapat terjadi tanpa keluhan nyeri pada dada.

Stroke
Diabetes dapat merusak pembuluh darah otak sehingga menimbulkan serangan stroke dengan gejala lumpuh anggota gerak, bicara rero, dan lainnya.

Kepada siapa diabetesi dapat berkonsultasi

karena diabetes sering menimbulkan berbagai keluhan dan komplikasi, maka pengelolaan diabetes dapat melibatkan hampir setiap bidang keahlian media. Pengelolaan diabetes bisa juga melibatkan banyak profesi selain dokter seperti dietitian, instruktur olahraga, perawat rehabilitasi, psikolog, dan edukator diabetes. Diabetesi dapat berkonsultasi seputar masalah diabetes kepada beberapa ahli berikut.

1. dokter umum
Dokter umum dapat mendiagnosis dan mengelola diabetes. Sebagai dokter keluarga, peran dokte umum juga sangat penting dalam deteksi dini dan edukasi diabetes.

2. dokter spesialis anak
Diabetes melitus pada anak harus dikelola oleh dokter spesialis anak. Pengelolaan diabetes pada anak berbeda dengan pengelolaan pada orang dewasa, karena anak-anak bukan miniatur orang dewasa.

3. dokter ahli penyakit dalam (internis)
Internis mempunyai kompetensi yang tinggi dalam mengelola diabetes. Internis dapat mengelola komplikasi diabetes.

4. dokter spesialis penyakit dalam konsultan endrokrinologi metabolik dan diabetes
Internis sub-spesialis endrokrinologi dan metabolik mempunyai kompetensi tertinggi dalam mengelola diabetes melitus. Mereka juga ahli dalam mengelola berbagai penyakit hormon dan metabolik.

5. dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi
Internis sub-spesialis ginjal dan hiertensi mempunyai kompetensi tertinggi dalam mengelola ginjal dan hipertensi, termasuk masalah nefropati diabetik (salah satu komplikasi diabetes).

6. dokter ahli saraf
Stroke dan neuropati merupakan salah satu komplikasi diabetes yang dapat ditangani oleh dokter ahli saraf.

7. dokter ahli jantung
Penyakit jantung koroner merupakan salah satu komplikasi diabetes yang dapat ditangani oleh dokter ahli jantung.

8. dokter ahli mata
Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes pada mata, kondisi ini dapat ditangani oleh dokter ahli mata.

9. dokter ahli gizi medik
Diabetes perlu mengatur pola makan. Karena itu, dokter ahli gizi medik dapat membantu diabetes dalam pengaturan menu makannya.

10. lainnya
Penanganan penyakit diabetes melibatkan juga dokter bedah, seperti bedah orthopedi, bedah vaskuler (bedah pembuluh darah) dan dokter rehabilitasi medik.

Diagnosis diabetes melitus

diagnosis diabetes melitus tidak berdasarkan ada atau tidaknya glukosa pada air kencing. Namun, berdasarkan pemeriksaan gula darah, berbagai pemeriksaan lainnya di lakukan oleh dokter dengan tujuan untuk mengevaluasi  keadan diabetes.

Penegakan diabetes melitus atau kencing manis berdasarkan pemeriksaan gula darah berikut :

  1. Pemeriksaan gula darah sewaktu
  2. Pemeriksaan gula darah puasa
  3. Pemeriksaan gula darah 2 jam post prandial atau disebut dengan uji toleransi glukosa 2 jam, tes gula darah pasca 2 jam beban glukosa 75 mg dan tes toleransi glukosa pral (TTGO)

Tes gula darah sewaktu
Pemeriksaan gula darah sewaktu adalah pemeriksaan gula darah yang waktunya daat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan persiapan puasa.

Tes gula darah puasa
Pemeriksaan gula darah puasa adalah pemeriksaan gula darah yang dilakukan pada saat puasa. Persiapan untuk melakukan tes ini harus berpuasa sedikitnya 8 jam sebelum pemeriksaan.

Uji toleransi glukosa oral 2 jam
Tes ini di lakukan dua jam setelah tes gula darah puasa. Setelah tes gula darah puasa, petugas laboratorium akan memberikan minuman manis yang sudah ditakar kadar gulanya. Selain itu, tes gula darah akan dilakukan lagi dua jam kemudian. Tujuan tes ini untuk mengetahui adanya keadaan prediabetes yang ditandai dengan glukosa darah puasa terganggu (GDPT) dan toleransi glukosa terganggu (TGT).

Prediabetes umumnya tidak disertai dengan keluhan khas diabetes. Karena itu, skrining gula darah dapat mendeteksi adanya prediabetes sejak dini.

Deteksi dini prediabetes

Skrining deteksi dini prediabetes dapat dilakukan dengan akurat melalui tes gula darah puasa yang dilanjuti dengan tes toleransi glukosa oral dua jam (TTGO).

Kriteria diagnosis prediabetes berdasarkan persadia 2009 sebagai berikut :

1. Kadar glukosa puasa terganggu (GPT), yaitu:
- kadar glukosa darah puasa berkisar antara 100-125 mg/dL.
- kadar glukosa darah 2 jam setelah beban kurang dari 140 mg/dL.

2. Nilai toleransi glukosa terganggu (TGT), yaitu :
- kadar glukosa puasa normal kurang dari 100 mg/dL.
- kadar glukosa puasa darah 2 jam setelah beban berkisar antara 140-199 mg/dL.

Kriteria diagnosis diabetes melitus untuk dewasa (tidak hamil) berdasarkan konsensus diabetes melitus tahun 2010 sebagai berikut :

1. adanya gejala spesifik diabetes melitus
2. kadar glukosa darah sewaktu ≥ 200 mg/dL
3. kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dL
4. kadar glukosa darah 2 jam pada TTGO ≥ 200 mg/dL

Tindak lanjut pasien prediabetes adalah upaya perubahan gaya hidup untuk mencapai kesembuhan. Sedangkan tindak lanjut bagi pasien diabetes melitus adalah upaya kendali melalui lima pilar kendali, yaitu edukasi, diet, olahraga, obat dan pemantauan mandiri.

Berbagai pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan dokter dapat berupa pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain, seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologis, pemeriksaan elektrokardiografi dan lainnya.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik yang akan dilakukan dokter antara lain :

  1. menilai indeks masa tubuh (IMT), yaitu dengan menghitung bobot badan (kg) dibagi    kuadrat tinggi badan (m²). Nilai IMT lebih atau sama dengan 23 kg/m² termasuk overweight dan nilai IMT lebih dari 25 kg/m² tergolong kegemukan (obesitas).
  2. pemeriksaan ketajaman penglihatan mata
  3. pemeriksaan gigi dan mulut
  4. pemeriksaan kaki
Pemeriksaan laboratorium
  1. Pemeriksaan darah rutin, seperti pemeriksaan hemoglobin (Hb), leukosit, hitung jenis leukosit, dan laju endap darah.
  2. Pemeriksaan fibrinogen.
  3. Pemeriksaan HbA1c. Berguna untuk menilai kendali gula darah dalam tiga bulan terakhir. Nilai yang tinggi (>8%) menunjukkan kendali kadar gula darah yang buruk. Saat ini, ADA (American Diabetes Association) dan EASD (European Association of Diabetes) memasukkan nilai HbA1c >6,5% sebagai kriteria diagnostik untuk diabetes.
  4. Pemeriksaan ureum dan kreatinin. Bertujuan untuk mengetahui fungsi ginjal (ada tidaknya komplikasi diabetes pada ginjal). penilaian ini berdampak juga pada keputusan dokter dalam memilih obat hipoglikemik oral.
  5. Pemeriksaan albumin dan mikro-albumin. Keduanya bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran protein pada ginjal.
  6. Pemeriksaan SGPT. Berguna untuk mengetahui adanya komplikasi perlemakan hati.
  7. Pemeriksaan profil lemak darah, seperti pemeriksaan kolestrol total, kolestrol LDL, kolestrol HDL dan trigliserida. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui terjadinya dislipidemia (gangguan profil lemak darah). Nilai ini akan berdampak pada keputusan perencanaan makan dan obat pada diabetes.
  8. Pemeriksaan urine atau air kencing (urinalisis)

-       Biasanya ditemukan positif benda keton. Artinya telah terjadi pembakaran lemak karena kegagalan tubuh dam membakar glukosa.
-       Adanya gula urine positif. Artinya terjadi glukosuria karena kadar gula darah yang tinggi dapat melewati ambang ginjal.





Related Posts

Load comments

Comments