Makanan Saat Diare
http://www.tempatsehat.com/2019/09/makanan-saat-diare.html
Makanan Saat Diare - sumber gambar (www.holodoc.com)

Siapa saja pasti sering terserang diare dan bisa bertahan selama beberapa hari, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Makanan yang baik sangat berguna untuk membantu meredakan gejala encernya tinja dan seringnya buang air besar bila dibandingkan dengan biasanya. Memiliki makanan yang tepat, dapat meredakan diare dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Penyebab diare biasanya ada bermacam-macam, namun yang sering terjadi adalah karena kebiasaan buruk yang kita lakukan, seperti malas mencuci tangan dan makanan yang tidak bersih dan higienis. Karena hal tersebut bisa membuat usus mengalami infeksi akibat virus. Diare kadang juga bisa disebabkan oleh obat-obatan intoleransi terhadap makanan tertentu, keracunan makanan, dan kondisi peradangan pada usus.

Untuk dapat mengatasi diare, maka harus jeli memilih makanan dan minuman pedamping diare agar tidak menjadi semakin parah.

Makanan dan minuman yang wajib dikonsumsi saat terjadi diare

Ketika diare, sangat disarankan untuk mengonsumsi hidangan yang sederhana dan tidak mengandung bumbu terutama dalam kurun waktu 24 jam sejak pertama terkena diare. Penelitian menunjukkan bahwa makanan dan minuman yang mengandung probiotik bisa mempercepat sembuhnya diare.

Ada macam-macam makanan dan minuman yang sangat dianjurkan saat terjadi diare. Diantaranya :

Makanan berkuah
Ketika terjadi diare, cobalah untuk mengonsumsi cairan yang terdapat di makanan berkuah, seperti sup kaldu ayam, sup sapi dan sayur bayam bening.

Hangat pada sup ayam dapat membantu menenangkan perut karena terus dilanda mulas akibat diare. Sup biasanya diolah dari beragam jenis makanan sehingga bisa mendapatkan asupan nutrisi yang bervariasi.

Vitamin dari potongan sayur-sayur, lemak dan protein dalam daging ayam, karbohidrat yang terdapat didalam sebuah kentang atau kacang, hingga air dari kaldu. Isian sup juga mudah dicerna dari pada makanan padat lain, sehingga dapat memudahkan kerja saluran pencernaan.

Konsumsi cairan yang tepat

Diare bisa membuat kita kehilangan banyak cairan dan ion di dalam tubuh. Jika tidak diatasi dengan segera,  maka kita dapat mengalami dehidrasi yang berakibat fatal, untuk bisa menggantikan cairan atau ion yang hilang saat terjadi diare. Bisa diatasi dengan meminum cairan isotonik yang mengandung elektrolit, dan untuk anak yang terjadi diare dapat meminum cairan oralit.

Nasi dan bubur
Nasi putih termasuk makanan yang tinggi karbohidrat dengan serat yang rendah. Nasi putih sangat cepat dicerna tanpa harus kerja keras. Serta mampu mengembalikan energi tubuh yang lemas akibat diare.

Nasi putih dapat diolah menjadi nasi tim atau bubu nasi agar mudah untuk dicerna oleh lambung. Hindari nasi merah saat terjadi diare, meksipun nasi merah lebih menyehatkan, akan tetapi nasi merah mengandung gas sehingga kurang baik dikonsumsi saat terjadi diare.

Buah apel yang dihaluskan
Gizi yang terdapat di dalam buah apel sangat baik untuk membantu menghentikan diare. Buah apel adalah buah yang sangat tinggi karbohidrat dan gula serta pektin yang cocok untuk menjadi makanan pedamping saat diare.

Kombinasi dari karbohidrat dan gula pada buah apel membantu meningkatkan stamina, sementara pektinnya dapat menyerap kelebihan cairan diusus sehingga feses yang dikeluarkan lebih padat dan tidak cair. Agar lebih memudahkan saat dicerna, makanlah buah apel dalam sajian yang sudah halus (bubur puree).

Buah pisang

Buah pisang juga sangat bermanfaat untuk konsumsi oleh orang yang sedang diare, buah pisang mengandung pektin yang berguna untuk memadatkan feses. Buah pisang juga tinggi akan kandungan kalium untuk membantu menggantikan cairan elektrolit tubuh yang hilang saat sering buang air. Selain itu, kandungan karbohidrat dalam buah pisang dapat untuk menambah energi yang membantu anda melewati diare yang sangat meresahkan.

Wortel, kacang hijau, dan buah pit
Sayuran sangat berguna untuk menggantikan nutrisi-nutrisi penting yang hilang saat terjadi diare. Beberapa dari sayuran tersebut adalah wortel, kacang hijau dan buah pit. Bisa direbus dulu hingga sayurannya menjadi lunak, dan kemudian buat bubur nasi dan campurkan dengan cacahan sayuran ini.

Kalau untuk kacang hijau, bisa disajikan dalam bentuk bubur kacang hijau, sajikan didalam mangkuk kecil dan seperempat sampai setengah porsi setiap jamnya.

Makanan yang tinggi probiotik

Makanan sumber probiotik sangat baik dikonsumsi untuk membantu mengatasi gejala diare. Probiotik merupakan bakteri baik yang menyehatkan bagi sistem pencernaan. Diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak bakteri baik yang sehat didalam organ pencernaan. Probiotik yang baik untuk dikonsumsi adalah jenis bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium dan Saccharomyces boulardii.


Bakteri tersebut dapat dengan cepat menggantikan bakteri baik yang hilang bersama feses, serta membantu untuk mengembalikan fungsi usus secara normal. Makanan dengan sumber probiotik yang tinggi dan baik untuk dikonsumsi saat terjadi diare adalah yogurt, tempe, atau asina dari sayur kubis.

Selain mengonsumsi pilihan makanan diatas, sertakan juga dengan cukup minum air. Bisa dengan air putih atau dengan cairan elektrolit untuk bisa menggantikan cairan tubuh yang hilang saat diare.

Makanan yang harus dihindari saat terjadi diare
Saat mengalami diare dan tidak ingin menjadi lebih parah lagi. Perlu diketahui makanan dan minuman yang harus dihindari yang dapat memperburuk diare.

Berikut daftarnya :

Makanan yang berminyak dan berlemak

Menurut sebuah penelitian, makanan yang berlemak dan berminyak bisa menegangkan otot dinding saluran cerna, sehingga dapat memperparah diare dan akan semakin sulit untuk disembuhkan. Makanan berlemak dan berminyak bisa memperlambat pengosongan lambung dan bisa membuat perut terasa kembung.

Produk olahan susu
Saat mengalami diare, disarankan untuk menjauhi makanan atau minuman dari produk olahan susu untuk sementara waktu. Diare membuat usus kesulitan untuk memproduksi enzim laktase yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk mencerna laktosa (gula yang ditemukan dalam produk susu). Namun anda bisa mengonsumsi yogurt, karena yogurt menjadi salah satu olahan susu yang mengandung probiotik yang baik untuk meredakan gejala diare.

Alkohol dan kafein
Minuman yang mengandung alkohol dan kafein dapat membuat tinja menjadi encer atau cair. Jika terbiasa minum kopi dipagi hari dan malam hari, disarankan untuk berhenti sementara waktu agar tidak memperburuk terjadinya diare.

Sayuran yang mengandung gas

Sayuran dan buah-buahan memang sangat baik untuk dikonsumsi karena baik untuk kesehatan. Tetapi saat mengalami diare sebaiknya kedua sumber makanan ini dijauhi untuk sementara waktu. Beberapa sayuran cendrung meningkatkan gas didalam usus, seperti kembang kol, kacang polong, brokoli, buncis, sayuran berdaun hijau, parika, plum, jagung dan kubis. Dan buah-buahan yang harus dihindari saat diare adalah buah nanas, buah anggur, buah ceri, dan buah ara.


Tetapi tetap bisa mengonsumsi sayuran yang aman saat terjadi diare, seperti wortel, kacang hijau, asparagus dan zucchini.

Kurangi konsumsi pemanis buatan
Pemanis buatan seperti sorbitol, bisa membuat perut kembung, sehingga sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat terjadi gejala diare. Pemanis buatan dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman bebas gula, seperti permen karet dan minuman bersoda.


Makanan yang pedas
Makanan yang pedas pada umumnya berasal dari cabai. Zat capsaicin pada cabai inilah yang menimbulkan rasa pedas. Makanan pedas harus dihindari saat diare, karena capsaicin dapat mengiritasi saluran pencernaan sehingga dapat memperparah gejala diare.

Jika diare tidak kunjung sembuh dalam beberapa minggu dan semakin parah atau disertai dengan gejala lainnya, seperti warna tinja yang lebih gelap, muncul darah dan lendir pada tinja, mual dan muntah, demam yang tak kunjung hilang dan lemas, maka segeralah untuk memeriksakan diri kedokter.

Related Posts

Load comments

Comments