Waspada Kabut Asap.!
http://www.tempatsehat.com/2019/09/waspada-kabut-asap.html
Waspada Kabut Asap.!

Kabut asap sudah mulai mengepung beberapa wilayah di Indonesia. Kualitas udara pun sekarang masuk dalam kategori berbahaya akibat dari pembakaran hutan dan ladang.

Akibat kebakaran hutan dan ladang, kabut asap yang ditimbulkan memiliki efek samping untuk kesehatan masyarakat yang terkena dampak dari kabut asap. Penyakit asma, dan juga infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akan menghantui pemukiman dekat kawasan yang terjadi pembakaran.

Tidak hanya saat kebakaran, penyakit yang dapat menyerang sistem pernafasan akan terus ada meskipun api telah dipadamkan. Karena asap dari kebakaran hutan dapat menyebarkan zat kimia yang sangat berbahaya.

Zat berbahaya yang terdapat dalam asap kebakaran sama bahayanya dengan zat-zat seperti pestisida, cat, bahan bakar dan pelapis bangunan.

Tidak hanya berbahaya bagi orang dewasa, zat ini juga dapat membahayakan anak-anak yang berusia dini dan balita.

Berbagai macam penyakit gangguan pernafasan yang dihasilkan dari pembakaran hutan antara lain, bronkitis, pneumonia dan penyakit paru obstruktif kronis, semua ini dapat terjadi apabila kita tidak sengaja menghirup partikel-partikel asap akibat pembakaran.

Kabut asap sendiri merupakan jenis polusi udara yang dihasilkan dari campuran beberapa gas dan partikel yang bereaksi dengan sinar matahari. Gas-gas yang terjadi dalm proses ini adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC) dan ozon. Selain itu, partikel-partikel yang ada dalam kabut asap adalah asap itu sendiri, debu, pasir dan serbuk sari.

Seberapa bahayakah kabut asap?

Berikut adalah efek jangka pendek akibat udara yang buruk seperti kabut asap :
  • Kerusakan paru-paru dan susah untuk bernafas

Banyak nya asap di udara akan membuat kita sulit untuk bernafas dan dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Hal ini terutama menimpa mereka yang banyak beraktivitas diruangan terbuka. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dampak dari menghirup kabut asap dalam jangka waktu yang panjang bisa meningkatkan resiko kematian akibat penyakit paru-paru seperti infeksi paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan kanker paru-paru.

  • Batuk dan iritasi tenggorokkan

Saat kita terkena efek dari kabut asap, seseorang dapat mengalami batuk dan iritasi tenggorokkan. Keluhan ini dapat terjadi beberapa jam, namun yang efek yang diberi untuk sistem pernafasan bisa berlangsung lama walaupun gejalanya sudah menghilang.

  • Memperparah gejala penyakit paru-paru

Penyakit asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) beresiko menjadi semakin parah jika kabut asap terhirup oleh kita. Hal ini disebabkan oleh zat yang terkandung didalam kabut asap bersifat iritatif dan dapat membuat paru-paru meradang.

  • Berdampak kepada fungsi jantung

Partikel yang terdapat dalam kabut asap beresiko menginfiltrasi aliran darah manusia sehingga berdampak buruk terhadap jantung. Karena partikel dalam kabut asap biasanya sangat kecil, yaitu kurang dari 10 mikrometer. Semakin kecil ukuran partikel, maka semakin besar pula resiko yang akan ditimbulkan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa terkena paparan kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner dan penumpukkan plak pada pembuluh darah. Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel didalam kabut asap.

  • tidak baik untuk mata

efek buruk yang dihasilkan oleh kabut asap juga bisa menyebabkan terjadinya iritasi pada mata, karena debu dan zat iritatif didalamnya, jadi sediakanlah obat tetes mata agar mata tidak terjadi iritasi dan kering. Dan usahakan juga untuk menggunakan kacamata saat keluar rumah.

  • Beresiko terkena kanker paru-paru

Apabila terkena paparan kabut asap dalam jangka panjang, maka akan beresiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru walaupun bukan seorang perokok. Karena, kabut asap mengandung banyak partikel penyebab kanker (karsinogen).

  • Dampak pada kulit

Tak hanya menmbilkan dampak untuk organ dalam saja, polusi udara dan kabut asap juga dapat merusak kulit. Kabut asap dapat merusak kulit dengan cara menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. Kabut asap dapat meningkatkan resiko penuaan dini, jerawat, kanker kulit dan memberatnya gejala eksim dan psoriasis.


Dan berikut juga untuk efek jangka panjang :

Asap kebakaran hutan dapat bertahan lama sehingga menurunkan kualitas udara, jadi lebih beresiko mengalami efek jangka panjang karena menghirup asap kebakaran.

Gangguan kesehatan yang beresiko muncul seperti penyakit ginjal, diabetes, masalah kesuburan dan peningkatan tekanan darah. Beberapa penelitian juga menemukan adanya peningkatan resiko gangguan saraf seperti penyakit Alzheimer.

Menghindari bahaya asap kebakaran hutan

Mengutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi dampak kabut asap :
  • Mempersiakan fasilitas yang diperlukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan
  • Memeriksa kualitas udara setiap hari
  • Menjaga udara didalam rumah agar tetap bersih
  • Menghindari kegiatan diluar rumah bila tidak berkepentingan
  • Menggunakan masker khusus, karena masker yang dijual bebas dipasar tidak dapat menahan partikel pada kabut asap
  • Memasang penyaring udara dirumah
  • Menghindari sumber polusi didalam rumah, seperti asap rokok
  • Berkonsultasi pada dokter untuk memantau kondisi kesehatan
  • Sering-seringlahminum air putih

Paparan kabut asap baik jangka panjang maupun jangka pendek, memiliki sejumlah bahaya untuk kesehatan. Maka perlindungan diri menjadi satu hal yang harus diutamakan saat kebakaran hutan terjadi.

Dan kurangi juga membakar sampah baik sampah plastik maupun kertas, karena bisa menimbulkan polusi yang tidak baik untuk kesehatan. Jagalah bumi kita dari polusi yang tidak sehat, agar kita bisa hidup nyaman tanpa adanya gangguan polusi.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat sehat. Marilah terapkan hidup yang sehat


Related Posts

Load comments

Comments